Mulanya Hanya Rekan Bisnis
Rencana Pernikahan Siti Nurhaliza-Datuk K (1)
Hari bahagia bagi diva Malaysia, Siti Nurhaliza (27), makin dekat saja. Meski semula tutup mulut dan mengelak, setiap kali ditanya seputar rencana pernikahannya, Siti dan calon suami, Datuk Khalis Mohamad Jiwa alias Datuk K, akhirnya membuka diri. Rencana pernikahan itu ditulis wartawan Suara Merdeka, Tresnawati, dalam dua tulisan mulai hari ini.
PERNIKAHAN supermewah dirancang bagi keduanya. Maklum, Siti adalah diva yang tidak hanya dikenal luas di negeri asalnya, tetapi juga di luar negeri, termasuk Indonesia. Bahkan, dia menggelar sebuah show tunggal di London, yang berlangsung sukses, tahun lalu.
Sejak itulah hubungan cinta keduanya mulai bersemi. Sementara itu, Datuk K adalah pengusaha sukses di bisnis perhotelan. Lelaki berumur 47 tahun itulah yang berhasil memikat hati Siti. Meski akad nikah akan dilaksanakan di Masjid Agung Wilayah Persatuan, 21 Agustus 2006, pesta pernikahannya baru akan digelar 28 Agustus di Exbition Hall, Kuala Lumpur Convention Center.
Konon, sang calon suami telah menyiapkan segala fasilitas lengkap dan supermewah, khusus untuk menyambut resepsi pernikahannya dengan Siti. Pesta tidak hanya digelar sekali, tapi dua kali. Pesta kedua digelar pada 3 Oktober 2006 di kampung halaman Siti di Kuala Lipis, Temerloh, Pahang.
Mas Kawin
Penembang lagu “Bukan Cinta Biasa” itu akan menerima mas kawin senilai 22.222,22 ringgit atau sekitar Rp 55 juta lebih, di samping Alquran dan sejumlah barang mewah lainnya, yang keberadaannya masih dirahasiakan.
Yang menarik, tempat pernikahan mereka akan dirancang seperti istana di negeri dongeng. Kabarnya, Siti akan diarak dengan kereta kuda. Dia akan didandani seperti seorang ratu, lengkap dengan balutan busana baju kurung khas Malaysia rancangan desainer kondang Khoon Hooi.
Desainer ternama asal Indonesia, Anne Avantie, menyiapkan rancangan khusus kebaya, yang akan dikenakan dalam acara seremonial sebelum pesta berlangsung.
Dalam acara potong kue pernikahan, Siti akan mengenakan busana dari bahan sutra berwarna putih dan merah jambu rancangan Michael Ong. Sementara itu, busana karya Radzuan Radzwill akan dipakai dalam acara akad nikah dan resepsi.
Kemewahan lain, Siti akan diboyong ke sebuah penthouse, yang memiliki enam kamar di tengah Kota Kuala Lumpur. Kemudian, sebuah bungalow mewah juga akan diterima Siti. Seusai resepsi pernikahan, duda empat anak itu akan mengajak Siti umrah ke Tanah Suci.
Rekanan Bisnis
Siti Nurhaliza dan Datuk K awalnya adalah rekanan bisnis. Datuk K yang terkenal sebagai pengusaha di bisnis perhotelan ikut menyumbang modal di perusahaan milik Siti, yang bernama Siti Nurhaliza Production (SNP).
SNP rencananya akan meluncurkan sebuah film yang mengangkat kisah hidup Siti dan dibintanginya sendiri. Sayangnya, sampai sekarang, film tersebut masih belum jelas realisasinya.
Dari bincang-bincang soal bisnis, hubungan Siti dengan Datuk K beranjak ke pertemanan. Pembicaraan tak lagi seputar bisnis, tapi urusan pribadi. Datuk K juga turut menyokong karier bermusik Siti. Hubungan mulai mengarah ke percintaan saat Siti menggelar konser di Royal Albert Hall, London, Inggris, 1 April 2005.
Saat itu, Datuk K turut mendampingi Siti. Sejak saat itu, hubungan mereka semakin dekat dan semakin mesra. Setelah pernikahan itu, kabarnya Siti mendapat hadiah sebuah rumah senilai RM 1 juta serta mobil Mercedes Benz CLS 350 seharga 888.888 ringgit. (Bersambung-45h)
Biar Lambat asal Dahsyat
Dua Tahun Siti Garap Album Transkripsi
Sebelas tahun berkarir di dunia musik, Siti Nurhaliza, 27, tak puas hanya menjadi penyanyi. Di album terbarunya, Transkripsi, yang mulai edar di Indonesia, Siti turun tangan dengan merangkap jabatan; mulai produser, komposer, hingga pencipta lagu. Bagi Siti, mencoba bidang lain untuk peningkatan karir merupakan hal yang harus dilakukan.
“Perlu peningkatan karir dan syarikat (perusahaan, Red). Harus mencoba bisnis baru dan pengalaman baru. Jadi, tidak hanya bernyanyi,” katanya dalam jumpa pers di gedung Trans TV kemarin.
Mengenai keterlibatan sebagai produser, lanjut Siti, itu dilakukan karena dia ingin merasakan bagaimana sulitnya membuat sebuah album rekaman. “Juga sekalian ingin merasakan kebebasan, mengeluarkan album dengan idealisme sendiri itu seperti apa. Tapi, tetap saja dimonitor produser lama,” terusnya.
Menurut Rozi Abdul Rajak, manajer Siti yang juga kakak iparnya, keinginan menjadi produser tersebut murni berasal dari Siti. Meski sulit, Rozi melihat perjuangan keras Siti akhirnya mengalahkan itu semua.
“Ini album ke-11 Siti. Dia mau apa saja yang dia inginkan di album ini. Apa saja dicari karena dia mengaku sudah siap. Kebetulan, ada back up tim yang mendukung Siti,” ulas wanita berkerudung itu.
Hal pertama yang dipikirkan Siti ketika memutuskan untuk menjadi produser album sendiri adalah modal. “Pertama yang dia pikirkan adalah modal. Tapi, kemudian dia cari-cari. Karena keinginannya begitu besar, bukan hal terlalu sulit mewujudkannya,” ujar Rozi.
Pengerjaan album Transkripsi memakan waktu dua tahun. Lamanya proses pengerjaan itu disebabkan Siti melakukan semua dengan sangat teliti dan serius. Mulai pemilihan lagu, aransemen musik, lirik, mixing, mastering, hingga pembuatan sampul album. “Biar lambat asal dahsyat,” ungkapnya tentang album yang dikeluarkan perusahaan milik sendiri, Siti Nurhaliza Production.
Dalam album yang berisi 13 lagu itu, Siti menciptakan dua lagu, Biarlah Rahasia dan Hati Berbisik. Siti juga menggaet beberapa musisi ternama Indonesia, antara lain, Melly Goeslaw, Glenn Fredly, dan Erwin Gutawa.
Bekerja sama dengan musisi Indonesia memang diinginkan Siti sejak lama. Meski beberapa sudah berhasil digandeng, Siti merasa belum sepenuhnya puas. Ada beberapa artis lain yang ingin diajaknya berkolaborasi.
“Untuk artis cewek, Siti ingin kolaborasi dengan Krisdayanti. Kalau cowok, ingin bersama Dewa 19 dan Rio Febrian,” akunya ketika menghadiri siaran I Radio di Plasa Semanggi, Jakarta, Senin malam lalu. (gen)
Siti Nurhaliza Masih Bantah Gosip Nikah
JAKARTA, KCM – Kabar hubungan asmara Siti Nurhaliza dengan pengusaha asal Malaysia bernama Datuk Khalid Muhammad Jiwa rupanya lebih menarik perhatian para wartawan ketimbang berita mengenai rencana konsernya di halaman kantor Trans TV, Jakarta.
Ketika menggelar jumpa pers sehubungan dengan konsernya itu, pelantun lagu Cindai tersebut kembali diberondong oleh seabreg pertanyaan mengenai cerita cinta tersebut. Tapi, seperti biasanya, Siti enggan berkomentar banyak soal itu.
Penyataan inilah yang kemudian terlontar dari mulut perempuan berwajah ayu itu. “Jika ada perkembangan terbaru, akan Siti sampaikan kepada penggemar Siti yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Perempuan kelahiran Kampung Awah, Temerloh, Pahang, Malaysia, 11 Januari 1979 tersebut pun lantas membantah kabar yang menyebut dirinya sudah bertunangan. “Belum. Nanti akan Siti bilang,” ucap biduan mungil pemilik tinggi badan 163 sentimeter itu.
Disinggung soal adanya berita mengenai pertemuan antara Siti dengan calon suaminya itu, Siti pun hanya menjawab singkat, “Itu ziarah.” Entah apa maksudnya. Siti tak merincinya.
Kehidupan asmara Siti bolehlah dibilang tertutup bagi publik. Ia sendiri memilih bungkam membicarakan masalah pribadinya ketimbang jadi konsumsi publik. Namun, belakangan, beredar berita Siti tengah menjalin asmara dengan duda beranak tiga itu. Benar tidaknya, hanya waktu yang bisa membuktikannya.
Sampai saat ini, Siti memfokuskan dirinya untuk mempromosi album terbarunya, Transkripsi, yang dirilis April lalu. Bahkan hingga Oktober mendatang jadwal kegiatan manggung Siti cukup padat.
Di albumnya kali ini, Siti mencoba menunjukkan kemampuannya yang lain. Tak bernyanyi saja, ia mencoba menulis lirik lagu dan memproduseri sendiri albumnya itu lewat perusahaannya, Siti Nurhaliza Productions.
“Bukan tidak percaya kepada produser yang lain, Siti ingin belajar dan, Siti pikir, sudah saatnya mencoba bisnis baru,” tutur Siti menjelaskan soal kegiatan barunya tersebut.
Di albumnya kali ini, sejumlah artis musik Indonesia dilibatkan. Glenn Fredly mencipta lagu Bila Harus Memilih, Melly Goeslaw Pastikan, dan Erwin Gutawa Tanpa Dendam di Hati.
Dengan Melly, Siti turut membidani lagu Biarlah Rahsia. Siti sendiri mencoba mencipta lagu Hati Berbisik.
Siti tak memungkiri bahwa dalam proses penggarapan lagu-lagunya itu, ia melibatkan emosi dan pengalaman hidupnya. Adakah lagu-lagunya berkait dengan lelaki pilihannya tersebut? “Terpulang bagaimana menafsirkannya,” ujarnya.
Seperti apa lagu-lagu di album baru Siti, ia akan memertontonkannya dalam sebuah konser yang digelar dan ditayangkan secara live di pelataran studio Trans TV di Jakarta, Rabu (12/7), mulai pukul 19.00 WIB.
Penulis: eh
http://www.kompas.com
Merebut Habitat Siti Nurhaliza
Oleh ADJIE ESA POETRA
IRONIS! Belum lama berselang, sekelompok demonstran yang kesal terhadap pemerintah Malaysia dalam kasus blok Ambalat dikabarkan telah membakar sejumlah foto sang idola, Siti Nurhaliza. Perilaku politik tersebut telah menyeret seorang Siti Nurhaliza yang tidak berdosa sehingga eksistensinya langsung atau tidak harus tergusur di negeri ini.
Oleh sebab itu, tidak ada salahnya apabila saat ini kita segera berpikir bagaimana merebut berbagai “peninggalan” yang bisa kita manfaatkan. Sehingga peristiwa itu menjadi peluang untuk lebih banyak artis kita yang menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Tentu, semua itu perlu diawali dengan mempelajari berbagai kekuatan yang dimiliki superstar yang sangat kewanitaan itu. Termasuk melakukan berbagai evaluasi terhadap para promotor kita.
Di negeri ini, kebersahajaan memang sedang menjadi barang yang amat mahal dan sulit didapat. Sayangnya, dunia entertainment kita kurang bisa memahaminya sehingga dunia hiburan hanya diidentikan dengan glamoritas dan keangkuhan. Padahal, bila kita mau melihat jauh ke belakang, warna sosial masyarakat kita merupakan komunitas yang banyak merindukan panutan yang bersahaja. Hal tersebut pernah dibuktikan dengan melegendanya para penyanyi solo yang bersahaja seperti Chrisye, Ebiet G. Ade, Dewi Yull, Andi Mariem Mattalata, Iwan Fals, Nike Ardilla, dll. Belum lagi, berbagai legenda yang dilakukan grup musiknya seperti Bimbo, Koes plus, dll. termasuk calon legendaris dari Bandung, Peterpan. Demikian halnya terhadap dunia film layar lebar yang ambruk gara-gara terlampau banyak menyajikan glamoritas dan keangkuhan.
Ditengah-tengah kenyataan yang dicontohkan tadi, sayang sekali apabila banyak potensi artis-artis muda bersahaja kita belum termanfaatkan sebagaimana mestinya. Sepertinya, para produser dan manajemen artis kita hanya baru bisa terkagum-kagum atas kebersahajaan seorang Nurhaliza tanpa cepat bertindak melahirkan para pesaing bagi artis dari negeri tetangga itu. Padahal, di tengah berbagai kesulitan bangsa ini, profil dan warna musik bersahaja bakal tetap menjadi pilihan paling kuat.
Pandangan orang-orang dibalik layar Siti Nurhaliza terhadap warna sosial masyarakat kita ternyata sangat jeli. Kejelian orang- orang di balik layar Siti Nurhaliza, dibuktikan dengan terus-menerus menebarkan citra kebersahajaan artisnya. Mereka seolah-olah tahu bahwa tindakannya itu merupakan formula yang tepat bagi masyarakat yang selama tiga setengah abad cukup direpotkan keangkuhan penjajahnya. Belum lagi keangkuhan sebagian besar penguasa dan para politisinya.
Lain di sini lain pula di negeri asalnya. Nurhaliza yang dipandang sebagai manusia “suci” oleh para pencinta seni suara kita, di negerinya selalu disikapi sama sejajar dengan penyanyi Malaysia lainnya. Lepas dari benar atau tidaknya, baru-baru ini kita sempat mendengar gosip tentang perselingkuhan Nurhaliza dengan pria bersuami. Besar kemungkinan kabar itu hanya gosip belaka, tapi hal itu menunjukkan, betapa bedanya masyarakat kita dan Malaysia dalam menyikapi gadis ayu bersuara emas itu.
Negeri ini, adalah negeri yang secara potensial jauh lebih kaya dari Malaysia. Sesungguhnya, tidak akan terlalu sulit untuk mencari sosok artis dengan citra sehebat Nurhaliza.
Jangan jauh-jauh, dari unsur penyanyi baru saja, Tia AFI atau Imey dan Metha “Cantik Indonesia” sesungguhnya sangat berpotensi untuk disetarakan dengan pelantun “Cindai” itu. Namun sayangnya para debutan baru itu, tidak pernah dibangun sebagaimana Nurhaliza. Khusus tentang Tia, dalam proses perjalanan kariernya di AFI, sering kali memperoleh sikap atau komentar-komentar yang kurang menguntungkan dari sebagian komentator seniornya.
Tak perlu ada kecemburuan terhadap sukses Siti Nurhaliza di sini, karena selain bersahaja, dia adalah penyanyi yang secara skill sangat memadai untuk menjadi idola.
Dia, adalah penyanyi yang bukan sekadar nyaris selalu cermat atau nyaris tidak pernah fals dalam memproduksi nada. Lebih dari itu, dirinya selalu mampu memproduksi nada dengan seartistik atau seindah mungkin. Dengan penguasaan teknik ungkapan dinamiknya yang tinggi, ia pandai benar mempengaruhi perasaan pendengarnya. Suaranya senantiasa mampu mengombang-ambing perasaan laksana perahu di lautan yang kadang tenang namun tiba-tiba seperti akan tenggelam, kemudian muncul sangat jelas. Dan dalam membawakan lagu apa pun, ia senantiasa bernyanyi secara relax but powerfull di samping memiliki wilayah suara lebih dari empat oktaf. Kalau pun ada yang perlu dikoreksi darinya, hanyalah dalam kekurangmampuan memperindah irama yang tak seindah alunan dinamiknya. Contohnya, dihampir setiap membawakaan irama freemaat atau ketukan irama yang tidak terpatok, ia belum terlihat dapat membawakannya dengan indah. Juga jarang sekali ia berani menunjukkan teknik pengalihan tekanan ketukan atau sincopasi secara cukup fantastis. Namun demikian, dalam menghayati ketukan atau irama yang standar boleh dibilang bagus.
Bisa mengimbangi
Kehadirannya di Indonesia sesungguhnya bukan tanpa bisa diimbangi. Saat berkolaborasi dengan Bimbo yang sama-sama memiliki profil bersahaja di TransTV bulan Ramadan lalu, citra kebersahajaan Nurhaliza kesannya jadi tidak terlampau luar biasa. Pertunjukan saat itu benar-benar bisa citra artis Indonesia di negerinya sendiri.
Sesungguhnya, masih banyak potensi kita yang bisa mengimbangi Siti Nurhaliza. Sebut saja penyanyi solo seperti Chrisye, Ebiet, Andi Mariem, Iwan Fals, dsb. Dari kalangan yang lebih muda bisa disebut nama penyanyi bersahaja seperti Dessy Fitri, Nira Diana, Melly Goeslaw, Rita Effendi, Audy, Yuni Shara, dll. termasuk bahkan Peterpan sendiri.
Sangat mengistimewakan seorang Nurhaliza memang tidak melanggar etika kita sebagai tuan rumah. Tapi, kalau pun tindakan tadi dapat dianggap sebagai tindakan perlindungan terhadap artis dalam negeri, hal tersebut masih belum seberapa bila dibandingkan dengan tindakan perlindungan yang lazim dilakukan pihak Malaysia terhadap para artisnya. Dengan alasan proteksi itu tadi, pelayanan pihak Malaysia terhadap para artis pendatang biasanya tidak lebih baik dari pelayanan yang kita berikan terhadap artis Malaysia.
Eksistensi penyanyi yang dalam setahun bisa puluhan kali tampil di Indonesia ini, mudah-mudahan bisa mengilhami munculnya banyak penyanyi baru kita yang kebetulan memiliki sifat yang bersahaja pula. Saya bisa memberi contoh bagaimana artis senior bersahaja yang tadinya sudah mulai memudar seperti Iwan Fals, Bimbo, Koes Plus, Chrisye, Ebiet yang tiba-tiba kembali menyeruak hebat bersamaan terjadinya krisis multidimensi yang melanda negeri kita. Termasuk juga artis barat bersahaja semacam Norah Jones, Josh Groban, dsb. Bahkan termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang senantiasa mendapat sambutan hangat setiap mengalunkan suaranya.
Pulau Sipadan dan Ligitan telah direbut dengan nyaris tanpa perlawanan. Blok Ambalat yang tengah kita pertahankan dengan sangat sengit pun masih belum tentu nasibnya. Namun yang paling hebat lagi, kita semua termasuk saya telah menyerahkan seluruh hati untuk direbut seorang Siti Nurhaliza yang penuh keteladanan.
Namun, kini eksistensi Siti Nurhaliza tampaknya akan sulit bisa kembali dalam waktu dekat ini. Dan di tengah-tengah hati yang tengah mencari, kini kita hanya bisa bertanya, kapan para promotor dunia hiburan kita mulai sangat berani memperlakukan artis kita yang sesungguhnya tidak kalah hebatnya dari Siti Nurhaliza?***
Penulis, guru vokal tinggal di Bandung.
http://www.pikiran-rakyat.com/
Tak Ada Waktu atau Kelewat Selektif Memilih Pacar?
“Kuala Lumpur, Disctarra.Com
BOLEH dibilang karier biduanita Melayu berwajah elok rupawan, Siti Nurhaliza, di pentas seni memang patut diacungi jempol. Berbagai penghargaan dari negerinya, Malaysia, maupun negara-negara Asia lain seakan membuktikan bahwa ia memang artis yang berprestasi gemilang. Namun di balik kesuksesan tersebut, ternyata gadis Capricorn kelahiran, Pahang, 11 Januari 1979 ini, mengaku belum punya pacar.
“”Saat ini, Siti tak punya pacar. Tak ada waktu untuk itu,”" ungkap penyanyi yang mengaku kalau kemana-mana selalu didampingi oleh abang-kandungnya, “”Sekarang ini Siti mau serius kerja dulu. Siti mau konsentrasi di nyanyi. Jujur saja nih Siti belum pernah pacaran. Kawan pria Siti memang banyak tapi belum ada yang serius,”" aku artis yang melejit di Indonesia lewat tembang Betapa Kucinta Padamu.
Kalaupun saat ini dirinya punya kekasih, Siti mengaku kekasihnya itu pasti akan kesepian. “”Soalnya pasti Siti tinggal-tinggal terus.”" Penegasan tersebut kontan mematahkan anggapan bahwa selama ini Siti terlalu memilah-milih pria yang akan dijadikan kekasihnya.
“”Kalau dari fisik maupun profesi, Siti nggak pernah milih-milih. Tapi yang jelas Siti suka dengan pria yang agamanya kuat, baik budi bahasa dan perangainya serta menghormati sesama. Dan satu lagi dia juga harus sayang sama Siti dan juga keluarga Siti,”" papar gadis Malaysia yang belum lama ini tampil bersama penyanyi-penyanyi Indonesia dan Filipina dalam acara DivaSEA .
Ketika diajak untuk berandai-andai mungkinkah kekasihnya seorang pemuda Indonesia, ia tidak menutupi kemungkinan tersebut. “”Mereka sama saja. Apalagi kita serumpun. Yang Siti lihat pria Indonesia ramah dan baik-baik,”" tutur penggagum bintang-bintang sinetron Jeremy Thomas dan Ari Wibowo yang disukai gaya dan aktingnya di layar teve kendati belum pernah bertemu muka secara langsung. (19/01)
http://www.disctarra.com/”
Siti Nurhaliza Memang Penuh Pesona.
“SITI NURHALIZA, penyanyi kesohor dari Malaysia, tidak saja cantik dan imut-imut, tapi memang, anak Taruddin, gadis desa Kampung Awah, Temerloh, Pahang ini, memiliki ribuan pesona.
Praktis, Malam Divasea, yang digelar di Istora Senayan, Kamis pekan lalu, menjadi milik diva atau dewi dari Malaysia itu. Caranya berjalan, dan tutur sapa yang ia sebar ke penonton, didukung kekuatan suara yang menawan, mempunyai daya pikat tersendiri bagi penonton malam itu.
Usai membawakan lagu Betapa Kucinta, Siti Nurhaliza menebar kata-kata, ‘Aku cinta kepadamu’, dengan aksen Malaysia yang disambut teriakan histeris penonton. Dan kemudian ia pun mengusung lagu Cinta Jangan Kau Pergi.
Gadis kelahiran 11 Januari 1979, yang awalnya ingin jadi polisi seperti ayahnya, dan terus-menerus diledek kawan-kawannya ‘si tomboy’ ini, memang artis paling junior malam itu, dan sekaligus artis yang berhasil merangsek 64 penghargaan selama kurun waktu lima tahun, sejak paruh 1995.
Tentu saja, prestasi ini memperlihatkan bahwa gadis berbobot sekitar 49 kg dan tinggi 164 cm, memang jaminan mutu. Dan, yang paling gres juga kemampuan olah vokalnya yang luar biasa.
Kemampuan itu ia perlihatkan ketika bersama Krisdayanti membawakan lagu Menghitung Hari ciptaan Melly Guslaw. Gemuruh tepuk tangan pun menimpali suara Haliza. Dan terjadilah romantisme antara Kris dan Haliza, saling cium, peluk, dan puji. “”Saya merasa bangga bisa tampil dengan diva-diva Asia, padahal saya baru lima tahun hadir di dunia tarik suara,”" ungkap Haliza.
Usai duet dengan Kris, ia pun mengusung lagu Beradu di Khayalan. Dan lagi-lagi tepuk tangan bergemuruh. Haliza malam itu memang menjadi diva, menjadi dewi bagi pertunjukan yang sayangnya kurang dikemas dengan rapi oleh panitia. Padahal, kehadiran diva dari Asia Tenggara ini mampu menawarkan aroma yang menyegarkan.ED/B-4
http://www.mediaindo.co.id/”
Duta Besar “ASEAN Para Games 2001″.
“Jakarta, Disctarra.Com
AJANG olahraga bagi para penyandang cacat fisik se-Asia Tenggara untuk pertama kalinya akan dilangsungkan di Malaysia. “”ASEAN Para Games 2001″” ini akan dibuka, Jumat (26 Oktober) mendatang di Stadium Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Acara ini diikuti oleh 10 negara ASEAN dengan lebih dari 700 atlet dan ofisial. Hingga saat ini mereka sudah tinggal di perkampungan atlet di Universitas Tenaga Nasional.
Yang menarik, Siti Nurhaliza, penyanyi yang sangat dikenal tidak hanya di negerinya, Malaysia, tetapi juga di negara-negara ASEAN ditunjuk oleh Malaysian Paralympic Council untuk menjadi duta besar acara tersebut. Siti diharapkan bisa memperkenalkan olahraga kaum cacat fisik kepada masyarakat luas. Setidaknya masyarakat diharapkan punya perhatian yang besar pada kegiatan tersebut.
Bagi artis kelahiran Tumerluh, Pahang, 11 Januari 1979, kepercayaan itu adalah kebanggaan tersendiri dan juga tanggung jawab yang akan dijalankannya dengan sebaik-baiknya.
Siti juga diminta untuk membawakan lagu di pembukaan acara “”ASEAN Para Games 2001″”. Dan rencananya acara ini akan dibuka oleh oleh Yang Dipertuan Agung Sultan Mizan Zainal Abidin. (19/17)
http://www.disctarra.com/”
Rekor Anugerah Siti.
SAKING banyaknya penghargaan yang diperoleh Siti Nurhaliza, penyanyi melankolis asal negeri jiran Malaysia itu tercatat dalam The Malaysia Book of Records. Betapa tidak, hingga tahun ini, pelantun Percayalah itu mengumpulkan 52 anugerah, termasuk enam platinum. Angka itu diraih setelah ia menerima Anugerah Bintang Paling Popular dalam Gala Pesona Bintang Gilang Gemilang, di Arena of Stars, Genting Highland, Malaysia, Ahad pekan lalu.
Dengan demikian, Nurhaliza sudah lima kali berturut-turut dapat predikat artis paling kondang di negara pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohammad itu. Tahun ini, dara kelahiran 11 Januari 1979 itu dipilih oleh 101.175 pembaca koran Berita Harian. Atas prestasinya itu, ia berhak mendapat Proton Waja, mobil terbaru buatan Malaysia.
Nurhaliza mengaku terharu atas kepercayaan dan dukungan penggemarnya. ”Tidak mudah untuk senantiasa mempertahankan popularitas,” katanya kepada Ahmad Latif dari GATRA. Bagi dia, anugerah kali ini makin menguatkan semangatnya untuk memberikan yang terbaik. Apalagi ia sedang menyusun rencana untuk go international.
http://www.gatra.com/
